Sinergioptima

Konsultan Psikologi Terapan

Meminimalisir pengaruh media terhadap anak

 

Setelah mengetahui beberapa dampak negatif dari media (kuhususnya televisi), maka ayah dan bunda  perlu memperbesar kembali perannya dalam menentukan tayangan televisi yang layak untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Berikut ini terdapat beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan:

 

Ayah dan bunda membuat batasan pada diri sendiri untuk tidak menonton televisi. Ketika merasa lelah atau bosan dengan kegiatan rumah, ayah dan bunda suka menonton TV. Maka sebaiknya ketika ayah dan bunda merasakan hal tersebut, dapat dialihkan dengan melakukan kegiatan lain seperti mengajak anak bermain. Hal tersebut  akan memberikan contoh pada anak bahwa banyak cara yang dapat dilakukan selain menonton TV ketika sedang merasa bosan atau jenuh.

Mengikutsertakan anak dalam membuat batasan. Yaitu menetapkan apa, kapan, dan seberapa banyak acara TV yang boleh ditonton. Tujuannya, agar anak menjadikan kegiatan menonton TV hanya sebagai pilihan, bukan kebiasaan. Ia menonton hanya bila perlu. Selain itu akan mengajarkan pada anak bahwa mereka harus memilih (acara yang paling digemari), menghargai waktu dan pilihan, serta menjaga keseimbangan kebutuhan mereka.

Konsisten dalam bertindak. Ayah bunda dan pengasuh, perlu untuk selalu bertindak secara konsisten dan tidak bosan-bosannya dalam memberikan pengertian kepada anak, sehingga anak tahu dengan jelas mana yang boleh mana yang tidak, mana yang baik dan mana yang buruk.

Mendampingi anak ketika menonton dan memberi penjelasan. Banyak hal yang belum diketahui oleh seorang anak, oleh karena itu kalau tidak ada yang memberi tahu ia akan mencari sendiri dengan mencoba-coba dan meniru dari orang dewasa.

Menentukan acara yang dapat ditonton oleh anak. Antara lain, yang mengandung unsur pendidikan (seperti acara televisi yang menampilkan pesan-pesan moral di akhir cerita) dan mempromosikan nilai-nilai sosial (misalnya acara yang menampilkan unsur persahabatan, keramahan, sikap pantang menyerah, dan perbuatan menolong orang lain).

Memilah acara yang tidak sesuai untuk ditonton oleh anak. Diantaranya, yang menayangkan adegan-adegan kekerasan. Misal: menjahili teman sampai teman tersebut terluka. Acara-acara televisi yang menggunakan bahasa yang kurang sopan atau merendahkan orang lain. Misal: “Dasar bajingan!”. Program anak-anak namun menampilkan adegan orang dewasa, misalnya: adegan pacaran dan rayuan. Program acara anak-anak yang menampilkan adegan mistis. Misal: Kaos kaki yang dapat berbicara. Tayangan televisi dengan pemain yang memakai busana yang kurang sesuai. Misal: Memakai rok mini atau memakai tank top.

Untuk melakukan hal ini tentu saja dibutuhkan kesabaran dan pengorbanan dari ayah bunda, untuk sementara, ayah dan bunda harus mengorbankan kesenangannya sendiri menonton televisi demi mencari-cari dan menyeleksi program televisi yang cocok untuk anak tercinta.

 

December 10, 2008 - Posted by | Article | ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: