Sinergioptima

Konsultan Psikologi Terapan

Penjelasan aspek kepemimpinan – manajerial

PENJELASAN PSIKOGRAM
Di bawah ini adalah uraian singkat yang menggambarkan aspek-aspek dalam psikogram. Uraian ini berfungsi hanya sebagai petunjuk awal dalam memahami psikogram bagi klien SINERGIOPTIMA. Adapun penjelasan yang lebih rinci dan utuh, dapat dicermati dalam deskripsi.
   ASPEK KEPEMIMPINAN dan MANAJERIAL
Perencanaan  TS jeli dalam melakukan perencanaan, serta mampu merealisasikannya secara nyata.
T   jeli dalam melakukan perencanaan, namun masih kurang aplikatif / realistis dalam beberapa hal.
C+ mempunyai perencanaan sebelum menyelesaikan suatu tanggung jawab, namun masih kurang jeli dalam mencermati aspek-aspek tertentu.
C mempunyai perencanaan sebelum menyelesaikan suatu tanggung jawab.
C- mempunyai kemauan untuk melakukan perencanaan sebelum menyelesaikan suatu tanggung jawab.
R kurang terencana dalam merespon situasi / permasalahan.
RS bekerja tanpa perencanaan, kesulitan untuk memberikan respon / solusi yang tepat.
Visi TS mempunyai gambaran masa depan yang kongkrit, serta memiliki rencana dalam mencapai kondisi tersebut.
T   mempunyai gambaran yang kongkrit tentang capaian perusahaan pada masa yang akan datang.
C+ mempunyai ide tentang capaian perusahaan pada masa yang akan datang, namun dalam banyak hal masih bersifat abstrak.
C mempunyai ide tentang capaian perusahaan pada masa yang akan datang.
C- mempunyai harapan dan gagasan tentang perkembangan perusahaan pada masa yang akan datang.
R mempunyai harapan atas perusahaan, namun tidak memiliki gagasan untuk masa mendatang.
RS kurang peduli dengan kondisi perusahaan pada masa yang akan datang.
Kemampuan memberikan instruksi TS dapat menyampaikan hal-hal yang rumit, hingga dapat lebih mudah dipahami bawahan.
T   dapat menyampaikan hal-hal yang penting, hingga dapat dipahami bawahan.
C+ dapat menyampaikan hal-hal pokok yang harus dilaksanakan bawahan, serta secara umum mudah dipahami bawahan.
C dapat menyampaikan hal-hal pokok yang harus dilaksanakan bawahan.
C- dapat menyampaikan hal-hal pokok bersifat teknis / praktis yang harus dilaksanakan bawahan.
R dapat menyampaikan hal-hal yang pokok, namun seringkali kurang dipahami bawahan.
RS kesulitan untuk mengkomunikasikan tugas kepada bawahan.
Pengorganisasian tim TS dapat mengoptimalkan potensi SDM dalam tim, sehingga tumbuh inisiatif dari bawahan.
T   dapat menggunakan potensi yang dimiliki oleh tim.
C+ mengetahui potensi yang dimiliki tim, namun masih kurang jeli dalam mengeksplorasi potensi tersebut.
C mengetahui potensi yang dimiliki tim.
C- mengetahui sebagian saja dari potensi yang dimiliki tim.
R kurang mengetahui potensi yang dimiliki tim.
RS bekerja tanpa organisasi, kinerja tim tidak memuaskan.
Pengawasan TS cermat memonitor kinerja, serta mempunyai gagasan untuk meningkatkan kinerja bawahan.
T   cermat dalam memonitor kinerja bawahan.
C+ mampu memonitor kinerja bawahan, baik dalam tugas-tugas praktis maupun yang lebih kompleks.
C mampu memonitor kinerja bawahan.
C- mampu memonitor kinerja bawahan, namun masih terbatas pada tugas-tugas yang bersifat praktis.
R kurang jeli dalam memonitor kinerja bawahan.
RS sangat kurang dalam memonitor kinerja bawahan, cenderung permisif.
Kemampuan memberi umpan balik TS dapat menyampaikan kritik / teguran, hingga dapat diaplikasikan oleh bawahan dalam meningkatkan kinerjanya.
T   dapat menyampaikan kritik / teguran untuk meningkatkan kinerja bawahan.
C+ mempunyai gagasan dalam meningkatkan kinerja bawahan, serta dapat merencanakan tindakan yang akan diambil kemudian.
C mempunyai gagasan dalam meningkatkan kinerja bawahan.
C- mempunyai gagasan dalam meningkatkan kinerja bawahan, namun kurang mempunyai kemauan untuk mengambil tindakan.
R kurang mempunyai gagasan dalam meningkatkan kinerja bawahan.
RS dapat menyampaikan kritik / teguran, namun kesulitan untuk diterima dan diaplikasikan oleh bawahan.
Kemandirian TS cermat memilah sumber informasi, sehingga yakin dalam mengambil keputusan, meskipun tidak sejalan dengan cara berpikir kebanyakan orang.
T   dapat memilah-milah sumber informasi, sehingga menemukan solusi yang paling optimal.
C+ mempunyai pertimbangan yang mantap dan mandiri dalam mengambil keputusan.
C mempunyai pertimbangan dalam mengambil keputusan.
C- mempunyai pertimbangan dalam mengambil keputusan, namun seringkali masih merasa ragu-ragu.
R kurang mempunyai pertimbangan matang dalam mengambil keputusan.
RS mudah terpengaruh oleh situasi sesaat, tidak melakukan pertimbangan yang matang.
Pengambilan keputusan TS mampu mengambil keputusan yang kompleks, antisipatif atas segala kemungkinan.
T   cermat dalam menggali informasi, sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat.
C+ dapat mengambil keputusan sesuai dengan informasi yang tersedia, serta mengetahui informasi tambahan yang mungkin masih diperlukan.
C dapat mengambil keputusan sesuai dengan informasi yang tersedia.
C- dapat mengambil keputusan sesuai dengan informasi yang tersedia, namun pasif dalam mencari informasi lebih lanjut.
R kesulitan untuk menemukan informasi yang diperlukan dalam mengambil keputusan.
RS enggan untuk mendalami masalah dan mencari informasi yang dapat memudahkan pengambilan keputusan.
Komitmen terhadap tim TS ingin memberikan kontribusi yang berarti bagi tim.
T   merasa ikut bertanggung jawab atas kinerja tim.
C+  aktif terlibat dalam kegiatan tim
C ikut terlibat dalam aktifitas tim.
C- terlibat dalam kegiatan tim secara pasif.
R terlibat dalam sebagian aktifitas tim.
RS tidak merasa ikut bertanggung jawab atas kinerja tim.
Pendekatan terhadap bawahan TS mempunyai pengaruh kuat di hadapan bawahan.
T   dapat diterima dan berpengaruh di hadapan bawahan.
C+ dapat diterima secara positif oleh bawahan.
C kehadirannya dapat diterima bawahan.
C- dapat diterima bawahan tetapi tidak dapat memberikan pengaruh yang berarti.
R kurang diterima oleh bawahan.
RS kehadirannya lebih banyak menimbulkan de-motivasi bagi bawahan.
Orientasi pada tugas TS dapat meningkatkan kinerja tim.
T   aktif mengevaluasi kinerja tim.
C+ mempunyai perhatian dan cermat mengevaluasi kinerja tim.
C mempunyai perhatian atas kinerja tim.
C- memberikan perhatian atas kinerja tim, namun tidak terlihat ajeg dan konsisten.
R kurang intens dalam mengevaluasi kinerja tim.
RS sangat kurang dalam mengevaluasi kinerja tim.
Orientasi pada relasi TS cakap dalam membina relasi yang diperlukan dalam melaksanakan tanggung jawabnya.
T   ingin menjalin hubungan baik dengan orang-orang yang terkait dengan tanggung jawabnya.
C+ mempunyai perhatian dan cukup responsif terhadap orang-orang yang terkait dengan tanggung jawabnya.
C mempunyai perhatian atas orang-orang yang terkait dengan tanggung jawabnya.
C- mempunyai perhatian terhadap orang-orang yang terkait langsung dengan tanggung jawabnya.
R mempunyai perhatian terbatas pada orang-orang yang paling berpengaruh bagi dirinya.
RS kurang mempunyai keinginan untuk menjalin relasi, sehingga mempengaruhi kinerja.

March 16, 2009 - Posted by | Penjelasan psikogram

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: